Dinas Pendidikan Rekomendasi Belajar Tatap Muka SMA Dan SMK Dilanjutkan

oleh -

TULANGBAWANG (RSB) : Melalui satuan gugus tugas Covid-19 melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka SMK dan SMK serta kesiapan pembukaan pembelajaran tatap muka SMP, yang dipusatkan di aula SMAN 1 Kecamatan Banjaragung, Kamis (03/09/2020).

Evaluasi pembelajaran tatap muka itu dilakukan satuan gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tulangbawang yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nazarudin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kandedy, dan Sekertaris Dinas Kesehatan, Lasmini.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala UPTD SMA dan SMK Disdikbud Propinsi Lampung, wilayah Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji, Joko, seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK serta seluruh Korwas se-Kabupaten Tulangbawang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Tulangbawang, Nazarudin, mengatakan, hasil evaluasi proses pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Tulangbawang akan dilanjutkan.

“Meskipun, masih ada dari siswa/siswi yang jika tidak diawasi oleh guru masih berkerumun saat pulang sekolah, tetapi itu tidak banyak. Karena sebenarnya, dalam belajar tatap muka ini tidak ada jam istirahat,” terang Nazarudin.

Untuk itu, ia meminta peran serta dari pihak orang tua atau wali murid untuk bersama-sama berperan dalam mengawasi para siswa/siswi setelah jam pelajaran sekolah.

Pihaknya juga tidak mewajibkan adanya proses pembelajaran tatap muka. Jika ada sekolah atau wali murid yang menginginkan untuk belajar di rumah maka sebaiknya proses pembelajaran dilakukan secara daring.

Sementara untuk SMP, pihaknya belum merekomendasikan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka. Meski beberapa sekolah telah mengajukan proses belajar secara tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami belum berani mengambil resiko yang sangat besar. Karena pertimbangan kita, perkembangan penyebaran Covid-19 di kabupaten lain di wilayah Lampung masih terus meningkat. Kita akan tunggu sampai akhir bulan ini dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi,” jelasnya panjang.

Kepala DPBD Kabupaten Tulangbawang, Kanedy, mengatakan, melalui satuan tugas pihaknya juga akan meningkatkan patroli penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) termasuk di wilayah pendidikan.

“Jika ditemukan adanya pelajar setelah pulang sekolah berkerumun di luar, terlebih tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan kita berikan efek jera dengan hukuman phus up atau membersihkan tempat fasilitas umum,” jelasnya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang, Lasmini, mengharapkan kepada seluruh guru dan murid dapat melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan AKB.

“Karena dengan AKB itu tidak hanya mencegah penyebaran Covid-19 saja, akan tetapi dengan melaksanakan AKB dapat mencegah seluruh virus dan bakteri yang lainya,” tandasnya. (Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *